Sabtu, 22 Juli 2017

kau tau ..
kaum kami hanya ingin di perjuangkan
perjuangan yang setiap hawa pun menginginkan ..

kami tak menuntut banyak wahai kaum adam
kami hanya ingin bukti dari setiap katamu  ,

jika saja kau mengerti perasaan kami ,
kami mungkin bukan yang terbaik ..
tapi jika kau tau ,
kami ingin menjadi yang mampu membuatmu menangis ,
bukan menangis karena kami 
Tapi karena Robb kami yang telah mempertemukan kita.

jika saja hati bisa berbicara , ingin rasanya memberontak ..

Tanyakanlah Hatimu .. Untuk apa kau mendekatinya ?

Jika kau yakin bimbing lah mulai dari hal terkecil
Jika kau mempunyai Rasa yang sama Perjuangkanlah
Selagi perjuangan itu baik untukmu & masih ada waktu  ..
Jika hanya rasa tapi belum yakin janganlah sentuh hatinya
jangan lihat dirinya tapi lihat lah orang - orang di sekelilingnya ,
yang mungkin sedang di perjuangkan masa depannya .

Jumat, 09 Juni 2017

Wahai Hati ...
Bolehkah aku berbincang dengan mu
sedikit saja hanya sekedar mengutarakan ..
mengutarakan antara pemikiran dan Rasa ..

Rasa yang mungkin lama terpendam ..
Rasa yang mungkin harus dikalahkan demi keadaan ..


Hati akankah ada yang dapat mengertimu saat ini ..
sekalipun kau tak mampu mengungkapkannya ..

Disaat tak ada jawaban yang harus ku pilih 
Manakah yang harus ku dahului ..
Rasa kah ?
Pemikiran kah ?
atau mungkin Keadaan ?

Haruskah air mata ini mengalir ?
Agar jawaban itu keluar ?

Rabu, 28 September 2016

Dia

Dia ,
Yang awal ku kenal begitu dingin
Bagai Manusia yang tak bernyawa,
Yang setiap menatapnya tak pernah
terbayang akan berdekatan dengannya.

Tak pernah terbayangkan bahwa dialah
perantara Allah Meng-ijabah Doaku,
Sempat ragu bahkan bimbang karena
hadirnya yang begitu tak diharapkan.

Tapi itulah Kesucian,
Yang hadirnya tak pernah di harapkan 
Tapi pasti akan datang di waktu yang tepat.

Banyak ku mengenal Cinta , tapi cinta
yang Allah hadirkan ini cukup berbeda,
Sungguh aku ingin Menjaga kesuciannya,
sebagai bentuk Rasa syukurku kepada
SANG PEMILIK RASA.

Hingga suatu saat nanti penjagaan ku dan dirinya berakhir di satu kata khitbah atau akan menjadi sejarah Kesucian Cinta karena Allah.

Sabtu, 14 Mei 2016

KEMULIAAN MALAM NISHFU SYA'BAN...

KEMULIAAN MALAM NISHFU SYA'BAN...

SYA’BAN adalah bulan dilaporkannya amal saleh sepanjang tahun yang seringkali dilupakan kemuliaannya.
Ketika ditanya oleh Sayidah ‘Aisyah RA mengapa beliau saw berpuasa di bulan SYA’BAN lebih banyak dibanding bulan-bulan lainnya, Rasulullah saw menjawab:
ذاكَ شَهْرٌ يَغْف
ُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَب
ٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إلَى رَبِّالْعَالَمِينَ، وَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ"
Sya'ban itu bulan antara Rajab dan Ramadhan. Bulan ini banyak diabaikan oleh umat manusia, padahal dalam bulan ini (Sya'ban) amal-amal hamba itu diangkat (dilaporkan) kepada Tuhan alam semesta.
Aku ingin amalku diangkat (dilaporkan) kepada Allah sedangkan aku dalam keadaan berpuasa." (HR Nasai)
Dalam sebuah Hadits yang disampaikan oleh Khalifah Ali bin Abu Thalib disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda:
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا. فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا. فَيَقُولُ: أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلاَ مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلاَ كَذَا أَلاَ كَذَا، حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْر
ُJika MALAM NISHFU SYA’BAN tiba, maka BERIBADAHLAH DI MALAM HARINYA dan BERPUASALAH DI SIANG HARINYA, karena sesungguhnya ketika matahari terbenam di MALAM NISHFU SYA’BAN Allah turun ke langit dunia dan berkata, “ADAKAH YANG MEMINTA AMPUN KEPADAKU SEHINGGA AKU MENGAMPUNINYA, ADAKAH YANG MEMINTA REZEKI (KARUNIA) KEPADAKU SEHINGGA AKU MEMBERINYA REZEKI, ADAKAH YANG SEDANG MENGALAMI MUSIBAH SEHINGGA AKU MENYEMBUHKANNYA(MENYELAMATKANNYA), ADAKAH…ADAKAH.., (Demikian Allah terus memberikan tawaran kepada hambaNYA) hinggatiba waktu Fajar. (HR Ibnu Majah)Para ulama salaf maupun khalaf, senantiasa mengajak umat untuk memuliakan bulan SYA’BAN dan terutama MALAM NISHFU SYA’BAN. Imam Syafi’I rahimahullah berkata:إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِيْ خَمْسِ لَيَالٍ: فِيْ لَيْلَةِ الجْـُمُعَةِ ، ولَيْلَةِ الأَضْحَى، ولَيْلَةِ الفِطْرِ، وأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، ولَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ
شَعْبَان
َSesungguhnya doa akan dikabulkan di lima malam, yaitu: Malam Jum’at, Malam Hari Raya Idul Adha, Malam Idul Fitri, Malam Pertama Bulan Rajab dan MALAM NISHFU SYA’BAN (pertengahan SYA’BAN). (Lihat Sunanul Kubra AlBaihaqi, Darul Fikr, Juz.V, Hal.110)Dalam sebuah Hadits, Sayidah ‘Aisyah bercerita, “Pada suatu malam aku kehilangan Rasulullah saw (dari tempat tidur) kemudian aku mencarinya dan ternyata beliau berada di pemakaman Baqi’, sedang menengadahkan wajah beliau ke langit, kemudian beliau berkata,“Duhai ‘Aisyah, apakah engkau khawatir Allah dan RasulNYA akan mengurangi hakmu?” Maka aku (‘Aisyah) berkata, “Aku mengira engkau sedang mendatangi salah satu istrimu.” Maka Rasulullah saw bersabda
:إنَّ الله ـ عَزَّ وَجَلَّ ـ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبانَ إلى السَّماءِ الدُّنْيا فَيَغْفِرُ لأكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعرِ غَنَمِ كَلْب
ٍDi malam NISHFU SYA’BAN, ALLAH ‘Azza Wa Jalla turun ke langit dunia dan memberikan ampunan sebanyak bulu domba yang dimiliki oleh suku Kalb. (HR Tirmidzi Dan Ibnu Majah)Dalam kesempatan lain, Rasulullah saw bersabda
:يَطَّلِعُ اللَّهُ إلَى جَمِيعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إلاَّ لِمُشْرِكٍأَوْ مُشَاحِن
ٍDi MALAM NISHFU SYA’BAN, Allah mengawasi seluruh makhlukNYA dan mengampuni seluruh makhlukNYA kecuali seseorang yang menyekutukan Allah dan seseorang yang bermusuhan. (HR Thabrani dan Ibnu Hibban di dalam Sahihnya)

Penyebab hati yang mati

"Doa kalian tidak terkabul karena hati kalian telah mati, dan 
penyebab matinya hati kalian adalah sepuluh Hal :

1. Kalian mengenal Allah swt, tetapi tidak memenuhi hak-haknya.
2. Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah saw,tetapi tidak mengikuti sunah-sunahnya.
3. Kalian membaca Al-Qur'an , tetapi tidak mengamalkan isinya.
4. Kalian menikmati berbagai karunia Allah swt, tetapi tidak bersyukur kepadanya.
5. Kalian nyatakan setan sebagai musuh, tetapi tidak menentangnya.
6. Kalian nyatakan surga itu benar-benar ada, tetapi tidak beramal untuk memperolehnya.
7. Kalian nyatakan neraka itu ada, tetapi tidak berusaha untuk menghindarinya.
8. Kalian nyatakan kematian itu pasti datang, tetapi tidak bersiap-siap untuk menyambutnya.
9. Sejak bangun tidur kalian sibuk meneliti danmemperbincangkan aib ( keburukan ) orang lain dan melupakan aib ( keburukan ) kalian sendiri.
10. Kalian kuburkan mereka yang meninggal diantara kalian, tetapi tidak pernah memetik pelajaran darinya.(Syekh Ibrahim bin Adham )

Jumat, 13 Mei 2016

Rasulullah Pernah Menyebut Bangsa Indonesia






Tatkala salah satu guru Prof. DR. al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dan Al-'Allamah al-'Arif billah Syaikh Utsman bersama rombongan ulama lainnya pergi berziarah ke Makam Rasulullah saw., tiba-tiba beliau diberikan kasyaf (tersingkapnya hijab) oleh Allah swt. dapat berjumpa dengan Rasulullah saw.

Di belakang Nabi Muhammad saw. sangat banyak orang yang berkerumunan. Ketika ditanya oleh guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki itu: “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang itu?”

Rasulullah saw. pun menjawab: “Mereka adalah umatku yang sangat aku cintai.”

Dan diantara sekumpulan orang yang banyak itu ada sebagian kelompok yang sangat banyak jumlahnya. Lalu guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki bertanya lagi: “Ya Rasulullah, siapakah mereka yang berkelompok sangat banyak itu?


Rasulullah saw. kemudian menjawab: “Mereka adalah bangsa Indonesia yang sangat banyak mencintaiku dan aku mencintai mereka.”

Akhirnya, guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki itu menangis terharu dan terkejut. Lalu beliau keluar dan bertanya kepada jama’ah: “Mana orang Indonesia? Aku sangat cinta kepada Indonesia.” (Dikutip dari ceramah Syaikh KH. Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi).

Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki Merangkul Mbah Hasan Mangli Magelang

Bukti kecintaan as-Sayyid Muhammad al-Maliki kepada orang Indonesia adalah dengan membangunkan Pesantren khusus untuk orang Indonesia di Mekkah. Dan beliau sangat senang dan bahagia apabila ada orang/ulama Indonesia yang menyempatkan bersilaturrahim di rumahnya. Bahkan beliau sering memberikan buah tangan (hadiah) kepada orang/ulama Indonesia yang bersilaturrahim tersebut.

3 Kesalahan yang Membuatnya di Siksa di Dunia



Pernah berlaku di zaman Khalifah Bakar As-Sidiq terhadap seorang sahabat yang meninggal dunia. Setelah dimandi dan di kafankan, lalu diletakkan di satu sudut rumah untuk disholatkan. Semasa sholat hendak dimulakan, tiba-tiba mayat itu bergerak-gerak.
Tampillah seorang daripada mereka untuk menghuraikan ikatan kafan karena menyangka mayat itu masih hidup.
Tatkala kafan itu terbuka, alangkah terperanjatnya mereka karena mayat itu di lilit dan digigit oleh seekor ular.
Lalu mereka mengambil kayu untuk memukul ular tersebut.
Sekali lagi mereka terkejut karena ular itu mengucap dua kalimah syahadat serta berkata :
"Apakah sebabnya kamu hendak membunuhku?. Aku tidak bersalah dan tidak pula menyakiti kamu.
Aku hanya menjalankan perintah Allah menyiksa mayat ini sehingga Hari Akhirat".
Para hadirin bertanya : "Apakah yang menyebabkan mayat ini disiksa?"
Ular tersebut menjawab : "Mayat ini selama hidupnya telah melakukan tiga kesalahan yaitu,
Pertama : Ia mendengar azan tetapi tidak diindahkan malah tidak pula mengerjakan sholat.
Kedua : Ia tidak mengeluarkan zakat hartanya.
Ketiga : Ia tidak mau mendengar nasihat yang baik-baik dari para alim ulama'.
Itulah yang menyebabkannya disiksa sedemikian rupa."